Sang Pendusta
ialah pendusta yang ingkar
terhadap perkataannya
berkata bila tak ada rasa maka
sudah
namun apa mau dikata
bermula dari tatap
awalnya hanya bertemu setelahnya
ada lebih
berjanji berkata jujur ternyata
dusta
hingga membuat rona marah
sampai akhirnya ada laku pendusta
membuat rona murka
rona yang awalnya menaruh rasa
kini dibuatnya kecewa
tak lagi ada kata buat pendusta
dan pintu itu kini tertutup rapat
maaf tak ada guna apalagi cara
semua yang dilakukan pendusta
tak mampu buatnya tertawa
Rona tetap bergeming, dingin dan hening
Pendusta
ia pikir ia dewasa
hingga mampu menahan rasa
namun itu salah
Pendusta
kini terjebak dalam kata-kata
yang dibuatnya
Pendusta tak lagi kuasa menahan
rasa
walau tau rona telah berbeda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar