"kamu sekarang berubah, ngga seperti waktu dulu masih kuliah begitu idealis. Sekarang pas kamu sudah bekerja kamu lebih mementingkan keuntungan pada diri kamu sendiri...."
Pernah dengar sepenggal kalimat di atas...? begitulah memang kenyataan yang terjadi, dunia semasa kuliah memang berbeda dengan dunia kerja yang sesungguhnya. Banyak orang semasa kuliah begitu idealis tetapi begitu masuk dunia kerja keuntungan menjadi prasayarat utama.
Dahulu waktu jadi mahasiswa sering menggembar gemborkan kebathilan : berantas korupsi! Kejujuran dan kebenaran ditegakkan, Kebathilan dan Kekufuran dilawan akan tetapi itu semua dulu sewaktu masih muda, masih semangat, masih bergelora.
Dan semua berubah atau perlahan-lahan mulai menghilang ketika memasuki dunia kerja sebagai karyawan baik swasta maupun instansi pemerintah. Kini tidak sedikit orang yang dulu sangat idealis seperti yang disebutkan di atas ternyata ia juga melakukannya.
Banyak sebab yang menjadi dasar orang tersebut untuk melakukan hal-hal yang sekiranya menguntungkan baginya. Mungkin memang sistem di kantornya yang secara tidak langsung membuat dia ikut mengambil keuntungan, atau mungkin memang dia sendiri yang berusaha mengambil keuntungan setiap ada kesempatan, atau bisa jadi dia memang disuruh oleh atasannya untuk mencari keuntungan-keuntungan tersebut. Pada akhirnya keuntungan tersebut sudah mendarag daging baginya, menjadi prioritas yang utama dalam bekerja sehingga apabila dirasanya tidak ada yang menguntungkan baginya dia tidak masuk kerja, malas-malasan, santai, seenaknya dll. Bukan maksud menjustisifikasi tetapi hal seperti ini paling banyak (tidak semua) ditemukan di instansi pemerintah.
Pengawasan yang sangat kurang bahkan cenderung lemah membuat para PNS di beberapa instansi bekerja seenaknya walaupun sudah dibiayai oleh negara.
Berikut perilaku para PNS :
1. Tidak masuk kantor kalau tidak ada atasan;
2. Tidak masuk kantor kalau tidak ada kerjaan (padahal pasti ada);
3. Datang telat pulang cepat;
4. Datang tepat waktu siang hilang sampai sore tidak kembali;
5. Selalu ribut masalah pencairan, yang ditanya selalu uang dan uang;
6. Dan masih banyak lagi.
+ Pertanyaannya kemudian apakah penulis juga sperti apa yang ditulisnya?
- Wallahualam bishawab
Wahai Dzat yang dapat membolak balikkan hati tetapkanlah hati ini untuk selalu istiqamah di Jalan-Mu yaitu jalan kebaikan dan kebenaran. amin !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar